Kamis, 25 September 2008

Ayo Ke Bondowoso

Kabupaten bondowoso berada di antara 3 kabupaten tetangga, yaitu probolinggo, jember dan banyuwangi. Letaknya yang diapit oleh dua pegunungan besar, argopuro dan raung membuat kondisi topografi bondowoso relative berbukit dan sejuk. Untuk mencapai kota bondowoso dapat melalui empat jalur antara lain melalui jember, melalui besuki (via arak-arak), melalui situbondo dan jalur alternative dari banyuwangi (via pegunungan ijen).

Mayoritas penduduk di bondowoso adalah petani, dan sebagian besar adalah petani tradisional yang membudidayakan tanaman pangan seperti padi dan jagung. Dibeberapa daerah tertentu bondowoso dikenal sebagai penghasil tembakau berkualitas. Sedangkan daerah selatan (Kec. Tlogosari, sukosari, sempol) dikenal sebagai pusat sayur-sayuran. Sayuran yang diusahakan bermacam jenis namun yang paling banyak adalah tomat, cabe, kubis dan bermacam sayuran lain. Bondowoso mempunyai tomat varietas local yang dikenal dengan sebutan ranti. Bentuknya seperti tomat berukuran kecil namun bentuk tidak bulat namun bergerigi dan kandungan airnya cukup tinggi. Tomat ini sangat digemari di pasaran local melebihi tomat yang biasa kita kenal. Sedangkan kubis banyak ditanam didaerah sempol dan sukosari yang memang termasuk wilayah pegunungan raung.

Penduduk kota dengan jajanan khasnya tape ini mayoritas adalah keturunan suku madura, hanya sebagian kecil saja yang bersuku jawa dan lainnya sebagai pendatang. Kalau anda datang ke bondowoso, sempatkan untuk membeli oleh-oleh berupa tape. Kualitas singkong dari daerah wringin arak-arak yang kering membuat rasa dan tekstur tape menjadi sangat nikmat dan harum. Toko oleh-oleh tersebar di sepanjang pecinan di pusat kota. Atau kalau anda penikmat wisata kuliner datang ke Jl.RE Martadinata saat sore hari, di sepanjang jalan akan bermunculan warung kaki lima dengan beraneka macam menu masakan yang menggugah selera. Jadi kalau anda berlibur ke Pulau Bali, atau kebetulan bepergian ke Jember, Probolinggo maupun Banyuwangi tidak ada salahnya untuk mampir ke Bondowoso.

Rabu, 24 September 2008

Trail Adventure

Di kota bondowoso terdapat komunitas bagi penggemar petualangan dengan menggunakan motor trail, yaitu TRABAS. Komunitas ini biasa berkumpul pada hari minggu pagi di sekitar monumen gerbong maut di alun-alun kota bondowoso. Tidak seperti komunitas motor lainnya yang mengelompokkan diri dalam satu jenis/merk motor, TRABAS terbuka untuk semua jenis motor trail baik asli maupun modif. Anggota komunitas ini bermacam-macam profesi, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pegawai maupun wiraswasta. Pertemuan rutin biasa diisi dengan diskusi sekitar otomotif dan mesin dan beberapa minggu sekali mengadakan touring ke daerah2 pegunungan dengan rute yang cukup menantang.

Seperti yang saya ikuti medio Juli 2008 kemarin, kita mengadakan touring ke daerah cipanas Kec.Sukosari. Start dimulai dari alun-alun bondowoso ke arah desa gunosari kecamatan tlogosari. Rute ini masih biasa-biasa saja karena masih mengikuti jalan beraspal dan melewati areal pedesaan. Perjalanan mulai menantang ketika mulai masul daerah babatan/bekas tebangan hutan pinus menuju menuju sungai balut yang merupakan jalan lahar dari pegunungan raung. Kelokan-kelokan tajam diantara pohon pinus serta jalan yang berbatu dan berdebu membuat para adventurer harus ekstra hati2 agar tidak tergelincir. Sempat ada beberapa rekan tersesat dan harus dicari untuk kembali ke rute semula. Rute ini kita jalani kurang lebih 1 jam dan berakhir di pasar desa sukosari. Sampai sini kami beristirahat sejenak di rumah ortu Adv. Yadik untuk sarapan pagi. Woow... ayam panggang dan berbagai macam sajian khas pedesaan, thanks friend.

Setelah beberapa saat perjalanan kita lanjutkan menuju cipanas dengan bantuan seorang pemandu, Rute kali ini sangat menantang dengan melewati perkebunan kopi dan lembah serta jurang. Pemandangan kebun kopi yang mulai berbuah dan aktivitas petani memanen kubis cukup membuat kita bersyukur akan keindahan dan kekayaan alam negeri ini. Di jalur ini beberapa adventurer terjatuh karena melindas batangan kayu yang ada di tengah jalan. Salah satunya Adv. Yahya yang terjatuh sampai 2 kali, dan menyebabkan slebor roda depan patah. Rute paling menantang adalah sebelum memasuki daerah kluncing, disini para adventurer harus menaiki jalan berbatu dengan kemiringan lebih dari 45 derajat dan setelah itu melewati jalan menurun dan berkelok serta berdebu. Pos terakhir kita berada di warung kopi sebelum pemancar TVRI di daerah kluncing. sambil cek motor kita bisa nikmati secangkir kopi arabika yang terkenal harum itu.