Kamis, 14 Mei 2009

Budaya Ziarah Wali


Masyarakat bondowoso terkenal dengan masyarakat yang relijius. Banyak pondok2 pesantren bertebaran di setiap desa dan kecamatan. Salah satu budaya relijius yang masih terjaga di kalangan masyarakat bondowoso, salah satunya adalah ziarah wali. Ziarah wali adalah kegiatan dimana masyarakat secara berombongan mendatangi makam/petilasan/ kediaman tokoh2 ulama dan penyebar agama islam di tanah jawa. Mereka datang dengan tujuan meneladani perjuangan para wali dan mendoakan arwah para wali tersebut. Tidak sedikit pula yang berdoa dan berharap keberkahan dari para wali dan ulama yang mereka ziarahi.


Ziarah wali biasa dilakukan satu sampai dua kali dalam setahun, biasanya setelah masa panen tiba. Mereka berombongan dalam satu ikatan wilayah (kampung, desa) maupun organisasi (pengajian, pesantren dll). Tempat2 yang biasa dikunjungi adalah makam Sunan ampel, Sunan giri, Sunan Bonang, Ulama2 di madura hingga jawa tengah dan barat. Lama ziarah berkisar 3 hingga 10 hari tergantung tujuan perjalanan.

Minggu, 12 April 2009

Kawah Wurung Tracking


Hari ini, Saya kembali mengikuti adventure touring bersama teman2 dari komunitas trail Bondowoso . Rute yang dituju kali ini adalah kawasan kawah wurung yang berada di Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso. Rute ini sengaja kami sepakati karena berdasarkan informasi yg diterima, daerah kawah wurung masih relatif perawan dan belum terpublikasi luas. Sehingga pemandangan alamnya pasti indah dan trak/lintasannya dijamin menantang.

Kami start dari monumen gerbang maut di alun2 kota sekitar jam 07.00 WIB dengan menempuh rute Bondowoso - Tlogosari - Kali Balut - Smbr Wringin. Seperti biasa, pos pemberhentian pertama adalah rumah orang tua Bro Yadi di daerah sumber wringin. Selain melakukan pengecekan kendaraan, kita mendapat tambahan energi berupa semangkok bakso dan teh panas dari tuan rumah (Thanks Bu, ngerepotin terus...). Perjalanan dari sumberwringin menuju sempol kurang lebih 30 - 40 Km dengan pemandangan kanan kiri hutan pinus dan perkebunan kopi. Jalanan yang rusak semakin menambah semangat kami untuk tancap gas..wusssss.

Kawah wurung dapat dicapai melalui jalur kecamatan sempol atau melewati perkampungan curah macan. Kami sepakat mengambil alternatif kedua, melalui perkampungan perkebunan curah macan. Jalanan semakin terjal dan rusak berbatu, membuat beberapa brother harus jungkir balik termasuk saya karena kesulitan mengendalikan motor dengan kecepatan tinggi. Memasuki area kawah wurung seperti berada di negri antahberantah, pemandangannya sangat indah. Hamparan pegunungan dipadu dengan padang savanah dan hutan tropis membuat kami semakin kencang memacu motor menuju puncak kawah. Menuju puncak bukan pekerjaan mudah, dengan kemiringan 45 derajat dan dipenuhi alang2 rapat setinggi 50 - 100 cm dan medan berbatu membuat kami ekstra hati2. Beberapa kawan kembali terjatuh karena batu2 besar yang tidak terlihat.

Puncak kawah wurung akhirnya berhasil kami capai. Pemandangan yg indah terasa menghapus medan yg berat dan sulit. Rute berikutnya, kami akan eksplor lebih dalam kawah wurung...